- Memiliki sarkomer
- Inti hanya satu di tengah
- Autoritme (bisa mengatur ritmenya sendiri)
- Potensial aksinya lebih lama dari otot lurik
- Nerupakan contoh otot viseral (single unit)
- Memiliki Tubulus-T yang lebih besar dari otot-otot lainnya
- Memiliki mitokondria yang lebih banyak
- Memiliki difus interkalaris yang berfungsi untuk memisahkan sel-sel otot jantung yang satu dengan yang lainnya.
Otot jantung juga memiliki suatu Autoregulasi Intrinsik atau kemampuan otot jantung untuk mencentuskan sinyal syaraf dari jantung itu sendiri. Autoregulasi intrinsik ini dapat terjadi karena adanya Simpul Sinoatrial (Simpul S-A) pada jantung. Simpul S-A inilah yang merupakan pencetus impuls pada jantung. (pemacu jantung)
Hubungan EKG dengan Siklus Jantung
EKG atau Elektrokardiogram adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk melihat pengaruh perbedaan potensial listrik pada jantung. EKG mencatat kedepolarisasian otot jantung yang lalu digambarkan sebagai gelombang P, Q, R, S, dan T.
Gelombang P: menggambarkan depolarisasi ATRIUM, sebelum tekanan atrium meningkat. Saat Simpul S-A mengeluarkan impuls syaraf.
Gelombang Q-R-S: menggambarkan depolarisasi Ventrikel. Gelombang R juga menggambarkan jantung sebelum timbulnya sistolik (kontraksi ventrikel).
Gelombang T: menggambarkan keadaan repolarisasi Ventrikel -> ventrikel kembali seperti semula. Muncul sebelum akhir kontraksi.
Lapisan otot jantung:
- Epikardium: bagian membran terluar dari otot jantung
- Miokardium: bagian tengah, merupakan otot jantung itu sendiri, bertanggung jawab untuk terjadinya kontraksi
- Endokardium: lapisan bagian paling dalam, yang kontak dengan darah.
- Takikordia: Ritme jantung meningkat
- Bradikordia: Ritme jantung menurun
- Sinus arrhythmia: Ritme jantung berubah 5% sampai 30% saat pernapasan
- Kontraksi prematur atrium: interval antara satu degup jantung dengan degup jantung selanjutnya berkurang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar