
Friend is a place where you can come to whenever you're tired.
Hm.... sebenernya, ini bisa dibilang merupakan suatu entri yang cukup klise karena, siapa sih yang ga pernah bertanya-tanya apa itu arti dari sahabat? Siapa sih yang ga pernah menerka apakah mereka itu benar-benar memiliki seorang sahabat atau tidak?
Ya, makanya gw bilang entry ini adalah klise karena lagi-lagi, gw sedang mempertanyakan arti kata sahabat itu.
Awalnya gw mulai ngerasa bingung adalah saat kakak gw berkata bahwa ternyata gw dan seorang teman gw yang udh gw anggap sebagai sahabat, yang bisa dibilang adalah sahabat pertama gw, sebenernya bukanlah sahabat.
Membingungkan, bukan? Well, gw juga waktu itu merasa bingung dan jujur aja, agak tersinggung tapi terus kakak gw mengemukakan alasan-alasan mengapa dia bisa sampai berpikir begitu dan stelah gw renungkan lagi... ternyata alasan yang disebutkan oleh kakak gw itu adalah benar.
Banyak orang bilang bahwa orang yang hanya ada di saat kita senang itu bukanlah teman kita. Tapi... apakah orang yang selalu ada di saat kita sedih sudah bisa dibilang teman atau malah sahabat? Benarkah persahabatan itu hanyalah diukur dari kesediaan orang itu untuk menjadi 'tong sampah' yang mendengarkan segala keluh kesah kita? Benarkah orang yang lama-lama terasa 'jauh' dan 'asing' padahal sebelumnya adalah seseorang yang benar-benar mengerti kita dapat disebut sebagai sahabat kita? Benarkah seseorang yang tidak dapat meluangkan waktunya untuk bertemu dengan kita di saat kita membutuhkannya, di saat kita ingin bertemu dengannya, sudah pantas kita sebut sahabat?
Gw merasa... bingung dan jujur, agak kosong setelah mendengar hal itu.
Sahabat. Selama ini gw selalu menganggap orang itu sebagai sahabat gw tapi apakah seorang sahabat akan berbohong kepadamu? Apakah seorang sahabat akan menjauh darimu tanpa alasan yang jelas yang kau sendiri tak dapat mengerti? Apa seseorang yang ternyata tak kau kenal sifat aslinya bisa disebut sebagai sahabat?
Jawabannya tidak.
Atau setidaknya, menurut gw jawabannya adalah tidak.
Saat itulah gw baru sadar bahwa ternyata... untuk mendapatkan seorang sahabat adalah sangat sulit. Saat itulah gw baru sadar bahwa ternyata... sampai saat ini, gw belum mempunyai 'sahabat sejati' mungkin hanya tokoh khayalan gw lah yang bisa gw sebut sebagai sahabat gw.
Menyedihkan, memang. Tapi gw lebih merasa nyaman bersama tokoh khayalan itu. Mungkin ini menunjukkan bahwa gw tidak benar-benar waras tapi hey, world is too insane for someone to stay sane, isn't it?
Makanya gw masang gambar Riku dan Sora di Entry ini. Karena persahabatan mereka tetap kokoh walaupun Riku sempet mengkhianati Sora ataupun walaupun mereka selalu bersaing mengenai satu atau lain hal. Gw pengen punya persahabatan yang seperti itu, tapi mungkin... belum waktunya.
Ya, makanya gw bilang entry ini adalah klise karena lagi-lagi, gw sedang mempertanyakan arti kata sahabat itu.
Awalnya gw mulai ngerasa bingung adalah saat kakak gw berkata bahwa ternyata gw dan seorang teman gw yang udh gw anggap sebagai sahabat, yang bisa dibilang adalah sahabat pertama gw, sebenernya bukanlah sahabat.
Membingungkan, bukan? Well, gw juga waktu itu merasa bingung dan jujur aja, agak tersinggung tapi terus kakak gw mengemukakan alasan-alasan mengapa dia bisa sampai berpikir begitu dan stelah gw renungkan lagi... ternyata alasan yang disebutkan oleh kakak gw itu adalah benar.
Banyak orang bilang bahwa orang yang hanya ada di saat kita senang itu bukanlah teman kita. Tapi... apakah orang yang selalu ada di saat kita sedih sudah bisa dibilang teman atau malah sahabat? Benarkah persahabatan itu hanyalah diukur dari kesediaan orang itu untuk menjadi 'tong sampah' yang mendengarkan segala keluh kesah kita? Benarkah orang yang lama-lama terasa 'jauh' dan 'asing' padahal sebelumnya adalah seseorang yang benar-benar mengerti kita dapat disebut sebagai sahabat kita? Benarkah seseorang yang tidak dapat meluangkan waktunya untuk bertemu dengan kita di saat kita membutuhkannya, di saat kita ingin bertemu dengannya, sudah pantas kita sebut sahabat?
Gw merasa... bingung dan jujur, agak kosong setelah mendengar hal itu.
Sahabat. Selama ini gw selalu menganggap orang itu sebagai sahabat gw tapi apakah seorang sahabat akan berbohong kepadamu? Apakah seorang sahabat akan menjauh darimu tanpa alasan yang jelas yang kau sendiri tak dapat mengerti? Apa seseorang yang ternyata tak kau kenal sifat aslinya bisa disebut sebagai sahabat?
Jawabannya tidak.
Atau setidaknya, menurut gw jawabannya adalah tidak.
Saat itulah gw baru sadar bahwa ternyata... untuk mendapatkan seorang sahabat adalah sangat sulit. Saat itulah gw baru sadar bahwa ternyata... sampai saat ini, gw belum mempunyai 'sahabat sejati' mungkin hanya tokoh khayalan gw lah yang bisa gw sebut sebagai sahabat gw.
Menyedihkan, memang. Tapi gw lebih merasa nyaman bersama tokoh khayalan itu. Mungkin ini menunjukkan bahwa gw tidak benar-benar waras tapi hey, world is too insane for someone to stay sane, isn't it?
Makanya gw masang gambar Riku dan Sora di Entry ini. Karena persahabatan mereka tetap kokoh walaupun Riku sempet mengkhianati Sora ataupun walaupun mereka selalu bersaing mengenai satu atau lain hal. Gw pengen punya persahabatan yang seperti itu, tapi mungkin... belum waktunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar